Thursday, 27 October 2016

This Is My Time

Pertama kali dalam sejarah hidup saya merasakan kendaraan sejuta umat ini. Ada pun yang saya rasakan adalah kenyamanan, jauh dari yang pernah saya dengar. Katanya dahulu, seringnya penumpang merasa tidak nyaman karena ketidakteraturan didalam gerbong. Katanya dahulu, orang membawa tikar, bantal dan lain-lain kedalam gerbong. Sehingga, susahnya penumpang lain untuk lewat keluar ataupun sekedar untuk ke kamar kecil. Tapi semuanya berubah, cukup cepat. Dalam hal ini perusahaan negara mendapat nilai plus dari saya.

Banyak yang saya pelajari disini, dewasanya kita harus lebih peka melihat keadaan sekitar. Saya belajar bersabar dikala menunggu kereta yang akan saya tumpangi datang. Kereta yang akan membawa saya pulang. Keadaan sekitar banyak mengandung makna yang terselubung.

Keinginan pulang ini, tidak bosan-bosan saya utarakan. menimbulkan banyak sekali pertanyaan. Saya merasakan keinginan kali ini ada sebab nya, memang karena rindu ini menggebuk-gebuk. Tapi saya pikir ada hal lain yang sampai-sampainya menarik keinginan ini begitu kuat.

Meskipun akan terjadi sesuatu, masa bodo. Yang penting untuk sekarang saya dalam perjalanan pulang, yang dengan cepat atau lambat akan tahu jawaban dari semua ini.

Perjalanan yang nikmat, ditemani sentuhan musik klasik The Beatles, dan oleh Sore yang seakan tak ingin kalah walaupun menempuh jalur indie. Tak ketinggalan pula ditemani buah tulisan Soe Hok Gie si kritis.

"Rumah", sebentar lagi saya datang.

18.36
Gajahwong 13D, 26 Oktober 2016

No comments: