Wednesday, 17 February 2016
Every Sadness Have More Happiness
Alhamdulillah, tak ada skenario yang lebih indah dari skenario mu. Kini aku sadar, disetiap pelajaran yang menyakitkan Allah selalu menyimpan beribu-ribu kali kebahagiaan. Selalu ingat, apa yang Allah berikan kepadamu adalah yang terbaik dari pilihanmu sendiri. Bersyukurlah.
Tuesday, 9 February 2016
Memberi Arti Pada Waktu
Semuanya berawal saat kunjunganku ke perpustakaan sekolah dan dengan tidak sengaja menemukan buku dengan keadaan menghawatirkan. Terlintas pikiran bahwa kondisi seperti itu didapat karena sebelumnya telah banyak yang membaca, dan ternyata benar saja. Dunia Sophie atau Sophie's World tulisan asli Jostein Gaarder yang terbit tahun 1991 dalam bahasa Norwegia dengan judul Sofie's Verden telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa di seluruh dunia.
Ditambah lagi aku yang belakangan ini ditempa berbagai ujian kehidupan, terbesit dipikiran untuk mengisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Novel filsafat Dunia Sophie dan Novel sastra Ayah karya Andrea Hirata yang justru bertolak belakang memberikan pelajaran yang jauh lebih berharga daripada harga buku itu sendiri. Tujuanku bukan untuk mengisi halaman blog yang kosong, tetapi memberi arti pada waktu.
Sebagaimana bangsa Yahudi, hidup bukanlah tentang dilahirkan dan mati, bagi mereka akan menjadi sangat rugi apabila waktu luang dibuang begitu saja, satu detik yang terlewat tidak akan bisa diulang kembali. Satu detik yang akan datang tidak akan sama seperti satu detik sebelumnya. Bukannya menjunjung tinggi suatu ras, tetapi sudah seharusnya mencontoh sisi positif dari setiap manusia.
Hidup adalah sebuah perjalanan yang tujuannya memberikan pengalaman dan pelajaran dalam sebuah karya walaupun tidak akan seindah ahlinya, menurutku. Pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan akan berharga bila dibagikan kepada orang lain dengan tujuan pelajaran.
Jangan sia-siakan waktu mu yang berharga.
Ditambah lagi aku yang belakangan ini ditempa berbagai ujian kehidupan, terbesit dipikiran untuk mengisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Novel filsafat Dunia Sophie dan Novel sastra Ayah karya Andrea Hirata yang justru bertolak belakang memberikan pelajaran yang jauh lebih berharga daripada harga buku itu sendiri. Tujuanku bukan untuk mengisi halaman blog yang kosong, tetapi memberi arti pada waktu.
Sebagaimana bangsa Yahudi, hidup bukanlah tentang dilahirkan dan mati, bagi mereka akan menjadi sangat rugi apabila waktu luang dibuang begitu saja, satu detik yang terlewat tidak akan bisa diulang kembali. Satu detik yang akan datang tidak akan sama seperti satu detik sebelumnya. Bukannya menjunjung tinggi suatu ras, tetapi sudah seharusnya mencontoh sisi positif dari setiap manusia.
Hidup adalah sebuah perjalanan yang tujuannya memberikan pengalaman dan pelajaran dalam sebuah karya walaupun tidak akan seindah ahlinya, menurutku. Pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan akan berharga bila dibagikan kepada orang lain dengan tujuan pelajaran.
Jangan sia-siakan waktu mu yang berharga.
Monday, 8 February 2016
You'll Never Feel The Happiness If You Haven't Feel The Pain.
Terbesit pikiran untuk mengisi liburan dihari raya Imlek, imlek ditahun ber-shio seperti sieta. "Nonton" menjadi ketertarikan awal yang akhirnya membuahkan pikiran jernih bahwa ada hal yang lebih "edandah".
Akhirnya, diajaklah aku ke kota bekas kerajaan Sumedang Larang... tidak perlu pikir panjang karena dirasa akan lebih mengasyikan dibanding menghabiskan waktu diruangan setengah kulkas. Tidak sedikit juga yang minta ikut, walaupun juga minta tumpangan.
Menjadi-jadilah pasar bayangan dikepala, membayangkan keasyikan yang tercipta akan sangat luar biasa karena ramai-ramai menjajah kota orang... menjajah keindahannya.
Setelah diputuskan untuk memulai perjalanan, datanglah satu persatu hambatan. Salah satunya hujan, walaupun dianggap keberuntungan oleh umat yang merayakan Imlek tapi cukup membuat pengaruh terhadap kelancaran perjalanan, karena aku memakai kuda besi... walaupun plastik menjadi dominasi.
Sampai ditempat yang dituju, Kampung Toga. Suatu kampung yang justru menjadi misteri mengapa disebut "kampung". Ah entahlah aku tak peduli.
Yang penting kita dibuat menganga karenanya, keindahan alam yang Allah ciptakan jauh lebih indah dari lukisan-lukisan seorang maestro kelas dunia yang dilelang dengan harga diri serta harga mati. Kenangan ini, diabadikan melalui jepretan gambar, walaupun aku sadar sebuah kenangan justru bertempat dipikiran.
Saat dirasa cukup, atau lebih tepatnya dicukup-cukupi. Pulanglah kita ke kota kecil yang dipenuhi tumpukan masalah. Berharap perjalanan pulang akan lebih mulus karena lelahnya kita, ternyata sama saja. Kamu jalan penuh dusta, egois, tidak berubah walaupun diharapkan.
Tapi setelah semua hambatan dilalui, justru itu menjadi topik mengasyikan, menghibur kita yang kurang hiburan. Dari sanalah aku belajar.
Aku tidak akan terlalu terpaku kepada tujuan. Walaupun aku tahu itu penting, tapi aku lebih tahu bahwa perjalanan untuk mencapai suatu tujuan bahkan lebih memiliki pelajaran yang tidak bisa digantikan.
Belajarlah menghargai suatu proses, dan bersyukurlah selalu datang kebahagiaan setelah kepedihan memporak-poranda.
Akhirnya, diajaklah aku ke kota bekas kerajaan Sumedang Larang... tidak perlu pikir panjang karena dirasa akan lebih mengasyikan dibanding menghabiskan waktu diruangan setengah kulkas. Tidak sedikit juga yang minta ikut, walaupun juga minta tumpangan.
Menjadi-jadilah pasar bayangan dikepala, membayangkan keasyikan yang tercipta akan sangat luar biasa karena ramai-ramai menjajah kota orang... menjajah keindahannya.
Setelah diputuskan untuk memulai perjalanan, datanglah satu persatu hambatan. Salah satunya hujan, walaupun dianggap keberuntungan oleh umat yang merayakan Imlek tapi cukup membuat pengaruh terhadap kelancaran perjalanan, karena aku memakai kuda besi... walaupun plastik menjadi dominasi.
Sampai ditempat yang dituju, Kampung Toga. Suatu kampung yang justru menjadi misteri mengapa disebut "kampung". Ah entahlah aku tak peduli.
Yang penting kita dibuat menganga karenanya, keindahan alam yang Allah ciptakan jauh lebih indah dari lukisan-lukisan seorang maestro kelas dunia yang dilelang dengan harga diri serta harga mati. Kenangan ini, diabadikan melalui jepretan gambar, walaupun aku sadar sebuah kenangan justru bertempat dipikiran.
Saat dirasa cukup, atau lebih tepatnya dicukup-cukupi. Pulanglah kita ke kota kecil yang dipenuhi tumpukan masalah. Berharap perjalanan pulang akan lebih mulus karena lelahnya kita, ternyata sama saja. Kamu jalan penuh dusta, egois, tidak berubah walaupun diharapkan.
Tapi setelah semua hambatan dilalui, justru itu menjadi topik mengasyikan, menghibur kita yang kurang hiburan. Dari sanalah aku belajar.
Aku tidak akan terlalu terpaku kepada tujuan. Walaupun aku tahu itu penting, tapi aku lebih tahu bahwa perjalanan untuk mencapai suatu tujuan bahkan lebih memiliki pelajaran yang tidak bisa digantikan.
Belajarlah menghargai suatu proses, dan bersyukurlah selalu datang kebahagiaan setelah kepedihan memporak-poranda.
Sunday, 7 February 2016
Morning Glory
Gelap sudah pergi, datanglah cahaya... Burung pipit memanggil bernyanyi, seakan memberi tahu ini sudah pagi. Matahari tetap hangat tidak berubah menjadi dingin walaupun banyak yang terjadi padanya. Biarlah kamu...
Namanya pagi, setiap orang menyambut dengan sukacita. Baiknya jangan banyak meminta bersyukur lah saja dulu, mungkin pagi besok tidak terang lagi.
Bahagialah aku, dengan makanan serba hijau dengan hati penuh ketenangan, Hoppipolla dari Sigur Ros yang membuatnya. Sempat terpikir bahwa Yellow punya si Coldplay yang bisa menghipnotis sepertinya syahdu, tapi baru ingat aku tak suka Coldplay... Terlalu palsu.
Bersyukurlah kita dengan yang dia berikan, karena cuma dia yang bisa. Jika kamu bisa lakukan saja, kalo aku cukup disini menikmati.
Namanya pagi, setiap orang menyambut dengan sukacita. Baiknya jangan banyak meminta bersyukur lah saja dulu, mungkin pagi besok tidak terang lagi.
Bahagialah aku, dengan makanan serba hijau dengan hati penuh ketenangan, Hoppipolla dari Sigur Ros yang membuatnya. Sempat terpikir bahwa Yellow punya si Coldplay yang bisa menghipnotis sepertinya syahdu, tapi baru ingat aku tak suka Coldplay... Terlalu palsu.
Bersyukurlah kita dengan yang dia berikan, karena cuma dia yang bisa. Jika kamu bisa lakukan saja, kalo aku cukup disini menikmati.
Saturday, 6 February 2016
Treasure of Happiness
Saat tengah malam, setelah habis mencuci otak dengan kebahagiaaan yang terselip dikampung kumuh di Subang, akhirnya sampai digubuk tempat paling nyaman sedunia, rumahku yang dingin kaya dia.
Ada saja kebahagiaan dibalik oleh-oleh bro Rivana dari Bali. Bukan oleh-olehnya yang sangat aku syukuri. Tapi karena masih bisa bertemu dengan saudaraku yang akhirnya sampai tadi siang setelah habis merantau ke negeri setengah Indonesia, terselip obrolan hangat malam ini. Maaf kan aku yang lupa apa artinya kebahagiaan. Terimakasih ya Allah, sebenarnya kita tidak perlu bersusah payah mencari.
Forum tengah malam ini, bro Azmil dan bro Rivana punya punch up yang sumpah tidak bisa untuk menahan menertawakan. Selain itu, mereka juga bah buku otobiografi tokoh berpengaruh dunia, ada saja pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran. Mungkin aku menang karena berangkat di Sacred Journey kemarin ke Menganti tapi bro Rivana menang karena sudah kenal saudara jauh di Bali sana. Dan bro Azmil, aku kalah oleh semangat persaudaraannya, beneran.
Bersyukurlah khalayak ramai.
Ada saja kebahagiaan dibalik oleh-oleh bro Rivana dari Bali. Bukan oleh-olehnya yang sangat aku syukuri. Tapi karena masih bisa bertemu dengan saudaraku yang akhirnya sampai tadi siang setelah habis merantau ke negeri setengah Indonesia, terselip obrolan hangat malam ini. Maaf kan aku yang lupa apa artinya kebahagiaan. Terimakasih ya Allah, sebenarnya kita tidak perlu bersusah payah mencari.
Forum tengah malam ini, bro Azmil dan bro Rivana punya punch up yang sumpah tidak bisa untuk menahan menertawakan. Selain itu, mereka juga bah buku otobiografi tokoh berpengaruh dunia, ada saja pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran. Mungkin aku menang karena berangkat di Sacred Journey kemarin ke Menganti tapi bro Rivana menang karena sudah kenal saudara jauh di Bali sana. Dan bro Azmil, aku kalah oleh semangat persaudaraannya, beneran.
Bersyukurlah khalayak ramai.
Friday, 5 February 2016
Refresh
Kadang kerja keras dan niat baik tidak selalu dibalas dengan akhir bahagia, aku saksinya.
Memang perjalanan masih panjang bu dokter, tapi cukup membuat pusing 320 keliling itu pun putar balik 2 kali. Terimakasih, kabar baiknya aku jadi ingat bahwa setiap ujian ada hikmahnya.
Terbayang Lembang atau Bogor tapi Ciasem Subang asik juga, dengan kesederhanannya. Bukan sengaja, tadinya mau bolos sekolah, hoream. Tapi sesosok ibu memberi tumpangan ikut ke Subang daripada dirumah sendirian padahal aku ga akan macem macem, sumpah.
Alhamdulillah, maha besar Allah yang memberikan pelajaran dan
Memang perjalanan masih panjang bu dokter, tapi cukup membuat pusing 320 keliling itu pun putar balik 2 kali. Terimakasih, kabar baiknya aku jadi ingat bahwa setiap ujian ada hikmahnya.
Terbayang Lembang atau Bogor tapi Ciasem Subang asik juga, dengan kesederhanannya. Bukan sengaja, tadinya mau bolos sekolah, hoream. Tapi sesosok ibu memberi tumpangan ikut ke Subang daripada dirumah sendirian padahal aku ga akan macem macem, sumpah.
Alhamdulillah, maha besar Allah yang memberikan pelajaran dan
Subscribe to:
Posts (Atom)