Monday, 26 September 2016

Tanjung Harapan

Terimakasih kau, tanjung penuh harapan
Terimakasih kau, tanjung tempat pemberhentian
Bukan aku mau pergi, kau yang suruh ku berlari
Bukan aku tak betah, kau yang mungkin sudah lelah

Terimakasih kau, tanjung yang sekarang datang kembali
Membuat susah hidup ini, memilih diam atau berlari...

-Gilang Haryanto-
Bantul, 26 September 2016

Sunday, 25 September 2016

Beo

Kadang, aku tertawa mendengar beo diujung jalan sana
Dia berbicara tergantung apa yang didengar nya

Runtuh, runtuh lah sudah pondasi hidup nya
Malu, malu tak bisa berkata tetap dijalur nya

Kuatkan lah kawan... Kuatkan lah pondasi kalian
Jangan sampai mereka merubah pendirian yang sudah kau bangun pada asalnya

-Gilang Haryanto-
Bantul, 25 September 2016

Saturday, 24 September 2016

Bukan Mawar

Aku... Tidak butuh Mawar indah yang habis dimakan waktu
Aku... Hanya ingin Edelweis biasa yang tak pernah hilang

-Gilang Haryanto-
Bantul, 24 September 2016

Friday, 23 September 2016

Percaya

Sampai saat ini belum ku temukan apa itu kepercayaan, bukan terhadap tuhan tapi lebih ke cangkupan sosial. Ya, terlalu sering mendapat cambukan membuat aku sendiri merasa bahwa orang-orang tidak pantas mendapat kepercayaan. Bagaimana bisa orang membalas dengan tusukan, sedangkan kemarin aku berikannya uluran tangan.

Hari ini, aku belajar tak perlu lah berpikir tentang orang, apa yang kita dapatkan adalah pelajaran. Boleh kita mewarnai merah, tapi jangan menolak emas yang diberikan. Setiap orang punya setidaknya satu pelajaran yang dapat kita ambil. Bagaimana negatifnya? Biarkan saja lah. Jangan terlalu sibuk sampai melupakan apa yang harus kita lakukan, jangan pula bersikap tertutup dengan apa yang ia ajarkan.


Jangan pernah cukup untuk sesuatu yang dirasa positif. Lantas, apakah itu artinya kita bisa percaya terhadap orang lain? Mungkin saja, tapi maaf, itu tidak bisa merubah mindset ku. Berikan apa yang kamu bisa ajarkan, biar aku membalas lebih dari itu.

Kau Harus Tau

Aku... Seharusnya lebih tahu
Kau... Seharusnya juga tahu
Bernegara itu, untuk kita lebih maju
Bukan malah membuat orang kecil bersedih pilu

Jangan kan untuk berpoya-poya
Untuk makan pun mereka tidak tahu

Bekerja keras... Hanya menghasilkan ocehan
Bermalas-malasan... Hanya menghasilkan sindiran

Kemana kah kau, orang bijak yang katanya punya solusi
Untuk kami, rakyat kecil, pekerja keras hanya untuk nasi

-Gilang Haryanto-
Bantul, 23 September 2016

Yakin Merdeka?

Bagaimana mendapat kedamaian
Jika merdeka pun kau digerakan

-Gilang Haryanto-
Bantul, 23 September 2016

Wednesday, 21 September 2016

Keadilan?

Berdirilah nan gagah kawan.
Jika kau merasa ditengah ketidakadilan.

-Gilang Haryanto-
Bantul, 21 September 2016

Tegar

Lihatlah walau diserang gelap.
Tegarlah walau dihujan beban.

-Gilang Haryanto-
Bantul, 21 September 2016

Kadang Aku

Kadang aku rindu lautan manis ungkapan kebahagiaan mu
Kadang aku rindu lekukan manis merah bibirmu
Kadang aku lupa... Aku, siapa?

-Gilang Haryanto-
Bantul, 21 September 2016