Tuesday, 25 October 2016

Rindu Untuk Pulang

Terlalu cepat rindu ini datang, seakan apa yang saya lakukan hanya untuk mengisi waktu yang luang. Yang saya rasakan hanya kejenuhan yang datang bertubi-tubi, hal yang terpikir hanya lah pulang. Ya, pulang seakan ada yang tertinggal dikota kecil sana yang penuh dengan tulisan-tulisan perjalanan, menarik saya untuk kembali melakukan kesibukkan saya yang berarti maupun hanya menghabiskan waktu disana. Padahal kamis kemarin keluarga datang sekedar menengok dan memastikan anak sulungnya ini tidak apa-apa, hanya saja dua hari kurang untuk saya, juga si Ibu yang katanya masih rindu dia ucapkan dipesan singkat. 

Bulat keinginan saya untuk pulang, ditambah lagi masalah yang datang dan kejenuhan ini sudaah menjadi-jadi, harapan saya sepulang dari sana, saya mendapatkan sesuatu yang berarti untuk dilakukan disini perantauan yang sepi. Banyak hal yang ingin saya lakukan sebenernya, hanya saja sudah mencoba berapa kali tetapi tetap saja sama, satu hal yang menghadang keinginan saya yaitu birokrasi dan formalitas yang katanya untuk memfilter orang-orang baru. Menurut saya untuk apa difilter, toh niat kita melakukan hal yang baik. Walaupun menghindari kerusakan dari dalam, filter saja bila sudah dilihat di lapangan, jangan menghalangi niat baik dan keinginan seseorang. Siapa yang tahu besok lusa dia akan melakukan yang sebaliknya.

Cukup muak dengan birokrasi dan formalitas tadi, masa bodo. Yang saya inginkan hanya lah pulang. Sebenarnya apa yang akan terjadi disana menjadi satu misteri, tak seperti biasanya rasa rindu ini seakan menghantui. Bukan ini menjadikan ini hyperbola, tapi saya rasa ini murni sebuah panggilan batin, yang bisa saya doakan hanya satu. Semoga tak ada hal buruk terjadi disana. Jangan sampai feeling ini adalah feeling tentang kebobrokan yang terjadi di keluarga, saudara maupun kota saya. I don’t wanna miss a thing.

Bantul, 25 Oktober 2016

No comments: