Wednesday, 27 January 2016

History of Majalengka


Maja Kabupaten (1842) (Source Hinderstein)
Kabupaten Majalengka sebelumnya bernama Kabupaten Maja. Menurut bukti sejarah, Kabupaten Maja (Sekarang Kabupaten Majalengka) baru ada pada tahun 1819. Perubahan Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka 1840 sekaligus pula mengukuhkan keyakinan tidak ada perubahan nama Kerajaan Sindangkasih menjadi Kerajaan Majalengka (zaman Pangeran Muhammad). Juga bahwa kota Majalengka baru ada sejak ibu kota Kabupaten Maja dipindahkan dari Maja (Kecamatan Maja) ke bagian wilayah Sindangkasih (Sekarang wilayah Kota Majalengka) serempak dengan pergantian nama menjadi Kabupaten Majalengka.
               
Nama Majalengka berasal dari nama kuno (sinonim) untuk menyebut “Maja Pahit” atau “Maja Langu”.
Maja berasal dari buah Maja. Lengka berasal dari kata Lengkit (leng atau langu). Nama diambil dari buah Maja karena sejak zaman kerajaan dulu, buah maja ini menjadi “ciri khas” daerah kerajaan Sindangkasih (sekarang Kabupaten Majalengka). Buah Maja yang pahit ini atau yang kita kenal dengan nama berenuk (Crescentia cujete) tidak bisa dimakan tetapi dapat diolah menjadi obat malaria.

Keberadaan Kabupaten Maja yang ibukotanya di Maja (sekarang Kecamatan Majalengka) tidak banyak meninggalkan bukti peninggalan sejarah, selain peta dan foto. Kepercayaan adanya peradan saat Kecamatan Maja pernah menjadi Ibukota Kabupaten terlihat dalam foto dibawah, 


Alun-alun Kabupaten Madja (1819-1840) difoto dari depan Kantor Kabupaten.
Didalam foto jelas Nampak bukti visual adanya Gunung Bongkok atau Gunung Sela (terkenal gunung Kuda).


Source: Pa Tatang UNY