![]() |
| Maja Kabupaten (1842) (Source Hinderstein) |
Kabupaten Majalengka sebelumnya bernama
Kabupaten Maja. Menurut bukti sejarah, Kabupaten Maja (Sekarang Kabupaten
Majalengka) baru ada pada tahun 1819. Perubahan Kabupaten Maja menjadi
Kabupaten Majalengka 1840 sekaligus pula mengukuhkan keyakinan tidak ada
perubahan nama Kerajaan Sindangkasih menjadi Kerajaan Majalengka (zaman
Pangeran Muhammad). Juga bahwa kota Majalengka baru ada sejak ibu kota
Kabupaten Maja dipindahkan dari Maja (Kecamatan Maja) ke bagian wilayah Sindangkasih
(Sekarang wilayah Kota Majalengka) serempak dengan pergantian nama menjadi
Kabupaten Majalengka.
Nama
Majalengka berasal dari nama kuno (sinonim) untuk menyebut “Maja Pahit” atau
“Maja Langu”.
Maja berasal dari buah Maja. Lengka berasal
dari kata Lengkit (leng atau langu). Nama diambil dari buah Maja karena sejak
zaman kerajaan dulu, buah maja ini menjadi “ciri khas” daerah kerajaan
Sindangkasih (sekarang Kabupaten Majalengka). Buah Maja yang pahit ini atau
yang kita kenal dengan nama berenuk (Crescentia cujete) tidak bisa dimakan
tetapi dapat diolah menjadi obat malaria.
Keberadaan Kabupaten Maja yang ibukotanya
di Maja (sekarang Kecamatan Majalengka) tidak banyak meninggalkan bukti
peninggalan sejarah, selain peta dan foto. Kepercayaan adanya peradan saat
Kecamatan Maja pernah menjadi Ibukota Kabupaten terlihat dalam foto dibawah,
![]() |
| Alun-alun Kabupaten Madja (1819-1840) difoto dari depan Kantor Kabupaten. |
Didalam foto jelas Nampak bukti visual adanya Gunung Bongkok atau Gunung
Sela (terkenal gunung Kuda).
Source: Pa Tatang UNY
Source: Pa Tatang UNY

