Monday, 26 September 2016

Tanjung Harapan

Terimakasih kau, tanjung penuh harapan
Terimakasih kau, tanjung tempat pemberhentian
Bukan aku mau pergi, kau yang suruh ku berlari
Bukan aku tak betah, kau yang mungkin sudah lelah

Terimakasih kau, tanjung yang sekarang datang kembali
Membuat susah hidup ini, memilih diam atau berlari...

-Gilang Haryanto-
Bantul, 26 September 2016

2 comments:

Pria Lucu said...

Anak sastra ya mas ? 😁😁

Unknown said...

Ah bisa aja. Ngga ko, hanya menyimpan sesuatu biar ga ilang.