Friday, 23 September 2016

Percaya

Sampai saat ini belum ku temukan apa itu kepercayaan, bukan terhadap tuhan tapi lebih ke cangkupan sosial. Ya, terlalu sering mendapat cambukan membuat aku sendiri merasa bahwa orang-orang tidak pantas mendapat kepercayaan. Bagaimana bisa orang membalas dengan tusukan, sedangkan kemarin aku berikannya uluran tangan.

Hari ini, aku belajar tak perlu lah berpikir tentang orang, apa yang kita dapatkan adalah pelajaran. Boleh kita mewarnai merah, tapi jangan menolak emas yang diberikan. Setiap orang punya setidaknya satu pelajaran yang dapat kita ambil. Bagaimana negatifnya? Biarkan saja lah. Jangan terlalu sibuk sampai melupakan apa yang harus kita lakukan, jangan pula bersikap tertutup dengan apa yang ia ajarkan.


Jangan pernah cukup untuk sesuatu yang dirasa positif. Lantas, apakah itu artinya kita bisa percaya terhadap orang lain? Mungkin saja, tapi maaf, itu tidak bisa merubah mindset ku. Berikan apa yang kamu bisa ajarkan, biar aku membalas lebih dari itu.

No comments: